Guerrilla Advertising, iklan murah, namun tidak murahan
Posted by public is not a liar
konsep local campaign sebuah korporasi besar yang 'mencoba' kritis dengan masalah sosial.
Alien datang ke Jogja rencana mau ke alkid nyoba masangin, eh malah pengen voli !!
Sampoerna A Mild Greeting Holly Day 2003 ( G-DAY )
konsep Greeting Setan dan Malaikat dengan manifestasi mereka masing-masing
pada bulan puasa.
Deformasi prajurit lombok abang menyapa masyarakat Jogja dengan kata selamat malam,
hati-hati di jalan, semoga banyak rejeki dll
Proyek ini di buat oleh MesinPerang di awal 2003 hingga 2005. MesinPerang sebuah kelompok pengkaji media luar ruang yang beranggotakan saya sendiri dan beberapa teman yang rela membantu untuk mempresentasikan kepada khalayak akan bentuk komersialitas ruang publik yang tergolong masih baru kala itu di Jogjakarta.
Btw, menyangkut beberapa karya diatas, kami menyebutnya dengan Guerrilla Advertising, Guerrilla Advertising adalah ‘kepanjangan tangan’ sebuah terminologi keilmuan dari barat tentang ilmu pemasaran yaitu, Guerrilla Marketing, istilah ini pertama kali di temukan oleh Jay Conrad Levinson ditahun 1984 Jay adalah seorang sarjana psikologi yang memutuskan untuk ‘bergabung’ ke dalam dunia periklanan, ia sempat bekerja di Leo Burnnet London sebagai direktur kreatif. Jay mendeskripsikan, Guerrilla Marketing merupakan alat pemasaran yang 'tidak konvensional' yang digunakan dalam kasus-kasus terbatasnya dana keuangan atau sumber daya lain untuk mendukung sebuah konsep pemasaran. Menurutnya, konsep pemasaran gerilya ditemukan sebagai sebuah sistem/cara yang ‘tidak konvensional’, cara tersebut lebih mengandalkan promosi waktu, energi dan imajinasi daripada anggaran pemasaran yang besar.
Tujuan pemasaran gerilya adalah
Untuk menciptakan sesuatu yang unik, menarik dan konsep pemikiran tersebut digunakan untuk menghasilkan desas-desus (kabar angin,rumor dll),dan pengaruhnya akan menjadi seperti ‘virus’, yang akhirnya dibicarakan dan diingat setiap orang. Gerilya mungkin merupakan kata yang mengejutkan untuk digunakan, sebagai istilah untuk menyelimuti sebuah kampanye iklan non-tradisional. Terutama dalam istilah-istilah seperti ambient, outdoor, iklan yang sifatnya ‘mengacau/mengganggu’ dan integrated (kampanye periklanan yang terencana dan terpadu). Mengutip dan sedikit menambahi buku dari Gavin Lucas and Michael Dorian, Guerrilla Advertising, Unconventional Brand Communication )


